
Sukabumi –Tinta Merah.net- Satu tahun kepemimpinan H. Asep Jafar dan H. Andreas (Pasangan AA) memanas dinamika politik-sosial Kabupaten Sukabumi. Pemda gencar memaparkan keberhasilan program Sukabumi Mubaroka, namun Ketua DPC PWRI Sukabumi Raya, Rizal Pane, menyoroti jurang antara statistik dan kenyataan dalam wawancara khusus di Hawakeano Residence, Selasa (03/03/2026).
Klaim Prestasi Bupati
Pemerintah menegaskan satu tahun pertama sebagai fondasi kuat, dengan sejumlah capaian yang diklaim:
– Ekonomi: Angka kemiskinan turun hingga 6,41% berkat bansos tepat sasaran.
– Kesehatan & Pendidikan: Layanan kesehatan gratis di Puskesmas pakai KTP, dan beasiswa bupati menjangkau ratusan mahasiswa.
– Pangan: Mobil Sabilulungan (SABUMI) efektif jaga daya beli dan tekan inflasi.
– Rohani: Pemberian hadiah umroh sebagai apresiasi warga.
Sorotan Kritis Rizal Pane: 5 Masalah Krusial Meski mengakui beberapa capaian, Rizal mengingatkan pemerintah tak boleh menutup mata pada 5 permasalahan utama berdasarkan data keluhan masyarakat:
1. Darurat Infrastruktur: 507 km jalan kabupaten rusak berat, menghambat ekonomi kerakyatan; butuh solusi anggaran radikal, bukan tambal sulam.
2. Ironi BPJS PBI: Layanan gratis hanya di Puskesmas, sementara banyak kuota BPJS PBI rakyat miskin dipangkas/dinonaktifkan di RS, membahayakan pasien rujukan darurat.
3. PHK Massal & Minim Lapangan Kerja: Angka kemiskinan turun tak berarti jika ribuan buruh garmen di utara terkena PHK; butuh program alih profesi, bukan sekadar sembako.
4. Transparansi Dana Rutilahu & Bansos: Desak audit 990 unit Rutilahu 2025, proses verifikasi dinilai “tebang pilih” dan tak berdasarkan kebutuhan asli.
5. Tata Kelola Birokrasi & Kesejahteraan Pegawai: Keterlambatan gaji ASN dan PPPK awal 2026 mencoreng citra, menghambat pelayanan masyarakat.
Menanti Eksekusi Nyata di Tahun Kedua
Rizal menegaskan kritik PWRI adalah bentuk cinta pada Sukabumi agar visi Mubarokah tak jadi slogan kosong. “Kami hargai prestasi, tapi masih ada PR besar. Tahun kedua harus jadi tahun eksekusi 5 poin ini. Rakyat butuh bukti, bukan angka di kertas,” tutupnya.( Ginting)

