
Sukabumi – Suasana yang berbeda dan penuh makna terasa di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, saat memperingati Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Di balik tembok tinggi yang menjadi pembatas kebebasan, justru terlihat kehangatan nilai kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian yang tulus.
Ribuan warga binaan memenuhi lapangan utama Lapas pada Rabu (25/5) lalu, untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Adha secara berjamaah dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, didampingi seluruh jajaran staf dan pegawai.
Prosesi sholat berjalan dengan tertib dan khidmat. Setelah ibadah selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Seluruh proses pelaksanaan dilakukan secara teratur, dengan melibatkan peran aktif dari petugas maupun warga binaan.
Dari kegiatan tersebut, terkumpul sebanyak 1.444 bungkus daging kurban yang siap disalurkan. Sebagian daging diolah langsung menjadi makanan siap santap untuk dikonsumsi seluruh warga binaan. Sementara itu, sisanya dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan Lapas, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan.
“Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan penuh rasa syukur. Semoga keberkahan Idul Adha ini dapat dirasakan oleh kita semua, baik warga binaan maupun masyarakat luas di sekitar kita,” ujar Kurnia.
Di tengah segala keterbatasan yang ada, perayaan Idul Adha di Lapas Warungkiara ini menyampaikan pesan yang mendalam: bahwa nilai kemanusiaan, rasa peduli, dan harapan akan selalu tumbuh dan terjaga, bahkan di balik jeruji besi sekalipun.
Sumber: Siaran Pers Humas Lapas Kelas IIA Warungkiara
Gintings

