Mon - Sat 8.00 - 17.00

Rikal Lesmana Sebagai Ketua LBH Baki Gemuk Angkat Bicara Adanya Proyek Irigasi Rp100 Juta di Rengasdengklok Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Karawang||Tinta Merah Net||Kasus dugaan penyimpangan pada proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITer) di Desa Kalangsurya ini bukan sekadar persoalan teknis di lapangan, tetapi mencerminkan problem klasik tata kelola proyek berbasis APBN yang terus berulang: lemahnya pengawasan, rendahnya akuntabilitas pelaksana, dan minimnya transparansi kepada publik.(6/5/26)

Menurut Rikal Lesmana Ketua LBH Baki Gemuk”,Jika benar terjadi selisih dimensi dari tinggi 80 cm menjadi hanya 60 cm, itu bukan kesalahan kecil yang bisa ditoleransi. Dalam pekerjaan konstruksi, khususnya irigasi, perbedaan 20 cm bukan sekadar angka itu berdampak langsung pada kapasitas aliran air, ketahanan struktur, hingga umur pakai bangunan. Artinya, potensi kerugian tidak hanya bersifat finansial (pengurangan volume pekerjaan), tetapi juga kerugian jangka panjang bagi petani yang bergantung pada distribusi air yang stabil.

Berita Lainnya  Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Kepala Desa Rengasdengklok Selatan:  Ucapkan Selamat dan Doa Terbaik

Yang lebih mengkhawatirkan adalah pola “pembiaran administratif” yang mulai terlihat. Pernyataan kepala desa yang belum turun langsung ke lokasi menunjukkan adanya jarak antara fungsi pengawasan dan realitas pelaksanaan. Padahal, proyek seperti ini berbasis dana publik dan menyasar kebutuhan vital masyarakat. Ketidakhadiran kontrol di tahap pelaksanaan membuka ruang besar bagi praktik pengurangan spesifikasi baik disengaja maupun akibat kelalaian.

Di sisi lain, sikap diam dari Kelompok Tani Sari Marga sebagai pelaksana juga patut dipertanyakan. Dalam prinsip good governance, pelaksana kegiatan yang menggunakan anggaran negara wajib terbuka terhadap evaluasi dan kritik. Ketertutupan justru memperkuat kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Berita Lainnya  Bupati Resmikan Acara MTQ tingkat kabupaten Sukabumi ke-47

Lebih luas lagi, kasus ini menunjukkan bahwa pendekatan swakelola berbasis kelompok tani yang sejatinya bertujuan memberdayakan masyarakat bisa menjadi pisau bermata dua. Tanpa pendampingan teknis yang ketat dan pengawasan yang konsisten dari instansi seperti Kementerian Pertanian Republik Indonesia, program ini berisiko disalahgunakan atau tidak dijalankan sesuai standar.

Hal lain yang perlu disorot adalah lemahnya sistem monitoring dan evaluasi. Proyek senilai Rp100 juta bukan angka kecil, apalagi jika dikaitkan dengan luasan 80 hektare lahan pertanian yang bergantung pada hasilnya. Seharusnya ada mekanisme pengawasan berlapis baik dari pemerintah daerah, pendamping teknis, hingga aparat pengawas internal yang mampu mendeteksi deviasi sejak awal, bukan setelah pekerjaan hampir atau sudah selesai.

Berita Lainnya  Pemdes Rengasdengklok Selatan Bersama Masyarakat Gelar Acara Baritan Tasyakuran Hajat Bumi

Jika dugaan ini terbukti, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi bisa mengarah pada indikasi penyimpangan anggaran negara. Oleh karena itu, aparat pengawas seperti inspektorat, bahkan bila perlu aparat penegak hukum, harus turun tangan untuk melakukan audit teknis dan keuangan secara menyeluruh.

Pada akhirnya, yang paling dirugikan bukan hanya negara, tetapi petani itu sendiri. Infrastruktur irigasi yang dibangun setengah hati akan berdampak pada produktivitas pertanian, yang justru menjadi tujuan utama program ini. Tanpa tindakan tegas dan transparansi, proyek-proyek seperti ini hanya akan menjadi rutinitas anggaran tanpa manfaat nyata bahkan berpotensi menjadi ladang penyimpangan yang terus berulang setiap tahun.

TOP NEWS

NASIONAL

PERISTIWA

Bupati Bekasi Prioritaskan Perbaikan Akses Jalan Pertanian dan Penanganan Banjir

CIKARANG PUSAT | TINTAMERAH.NET | Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki akses jalan menuju kawasan pertanian guna menunjang mobilitas petani dan...

Wakil Ketua DPRD Apresiasi Raihan WTP ke-9 Pemkab Bekasi

CIKARANG PUSAT | TINTAMERAH.NET | Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa, menyampaikan apresiasinya atas capaian membanggakan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang kembali meraih...
- Advertisement -spot_img

DAERAH

POLITIK

INDEKS

DPRD Karawang Apresiasi Program SEHATI, Soroti Manfaat Nyata untuk Masyarakat

KARAWANG | TINTA.NE Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

Bupati-Wabup Karawang Serahkan Beasiswa, Jaminan Ketenagakerjaan, dan Perpustakaan Digital Desa

KARAWANG | TINTAMERAH.NET |  Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan...

Peringatan Harkitnas 2025 di Karawang: Bupati Aep Ajak Wujudkan Indonesia Kuat Lewat Kolaborasi dan Inovasi

KARAWANG | TINTAMERAH.NET | Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar upacara...

Pemkab Karawang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Inpres 9/2025

KARAWANG | TINTAMERAH.NET |  Pemerintah Kabupaten Karawang mengikuti Rapat...

Tim Wasev Mabes TNI AD Tinjau Program TMMD ke-124 di Desa Mekarasih, Karawang

KARAWANG | TINTAMERAH.NET |  Program TNI Manunggal Membangun Desa...

Kriminal