Mon - Sat 8.00 - 17.00

Mengenal Sejarah Pers Dunia dan Lahirnya 3 Mei Sebagai Hari “Kebebasan Pers Sedunia”

Sukabumi | Tinta Merah.net – Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kebebasan pers tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Tanpa pers yang merdeka, masyarakat akan kesulitan mengawasi kekuasaan dan mengetahui realitas yang sebenarnya terjadi.
Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat peran pers dalam menjaga demokrasi, menyampaikan fakta kepada publik, serta melindungi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan independen,04/05/2026.

Sejarah Pers di Dunia dan Perjuangan Kebebasan Pers

Sejarah pers dunia bermula sejak ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-15. Penemuan ini membuka jalan bagi lahirnya surat kabar dan media cetak di berbagai negara Eropa.

Pada abad ke-17, surat kabar mulai berkembang di Jerman, Inggris, dan Prancis. Namun pada masa itu, media masih berada di bawah kendali kerajaan dan pemerintah. Isi berita sering disensor, bahkan wartawan bisa dipenjara bila dianggap menentang penguasa.

Berita Lainnya  AM Disebut Jadi Korban Penipuan Travel, Kuasa Hukum Siap Lapor Balik

Memasuki abad ke-18 dan ke-19, semangat demokrasi mulai tumbuh. Pers perlahan menjadi alat perjuangan rakyat untuk menyuarakan kebebasan, keadilan, dan hak sipil. Dari sinilah muncul gagasan bahwa media harus berdiri independen, bebas dari tekanan politik maupun kepentingan tertentu.

Lahirnya Hari Kebebasan Pers Sedunia

**Dikutip dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNESCO, Hari Kebebasan Pers Sedunia ditetapkan setelah adanya Deklarasi Windhoek di Windhoek**

Deklarasi tersebut lahir dalam seminar UNESCO yang berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 1991.

Para jurnalis dari berbagai negara Afrika menyerukan pentingnya media yang bebas, independen, dan pluralis.

Isi deklarasi itu menegaskan bahwa pemerintah harus melindungi kebebasan pers serta menjamin kebebasan berekspresi. Pada Desember 1993, Majelis Umum PBB kemudian resmi menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Berita Lainnya  VISI DAN MISI CALON KADES Kutamakmur PILKADES                      

Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang lahirnya Deklarasi Windhoek yang dianggap sebagai tonggak penting perjuangan kebebasan media di dunia.

Latar Belakang Deklarasi Windhoek.

Munculnya Deklarasi Windhoek tidak lepas dari situasi diskriminasi rasial di Afrika akibat sistem apartheid. Kebijakan tersebut memisahkan hak antara warga kulit putih dan kulit hitam, termasuk dalam dunia media.

Banyak pekerja pers kulit hitam mengalami pembatasan, tekanan, hingga ketidakadilan. Karena itu, para jurnalis menuntut sistem pers yang adil, terbuka, dan bebas dari diskriminasi.

*Tujuan Hari Kebebasan Pers Sedunia
Peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi memiliki makna besar bagi masyarakat global.Berdasarkan keterangan resmi PBB, tujuan Hari Kebebasan Pers Sedunia antara lain*

• Merayakan prinsip dasar kebebasan pers.

• Menilai kondisi kebebasan media di berbagai negara.

• Membela media dari ancaman sensor dan intervensi.

Berita Lainnya  Diduga Rangkap Jabatan, Pendamping Desa Waypanas, Kecamatan Wonosobo Inisial NSN Langgar Aturan Terancam Pidana

• Menghormati jurnalis yang gugur saat menjalankan tugas.

• Mendorong keselamatan wartawan di lapangan.

Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026
Mengutip UNESCO, tema Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2026 adalah “Membentuk Masa Depan Perdamaian”.

Tema ini menyoroti pentingnya peran pers dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan terbuka. Media dinilai menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan bersama.

Di era digital, tantangan pers semakin besar. Selain sensor dan tekanan politik, media juga menghadapi penyebaran hoaks, disinformasi, serta ancaman keselamatan jurnalis.

Karena itu, Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus terus dijaga. Pers yang merdeka akan melahirkan informasi berkualitas, mendorong transparansi, dan memperkuat demokrasi.

 

Topik Peristiwa, hari pers, hari kebebasan pers dunia, delarasi windhoek.

Penulis: Gintings

TOP NEWS

NASIONAL

PERISTIWA

Bupati Bekasi Prioritaskan Perbaikan Akses Jalan Pertanian dan Penanganan Banjir

CIKARANG PUSAT | TINTAMERAH.NET | Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki akses jalan menuju kawasan pertanian guna menunjang mobilitas petani dan...

Wakil Ketua DPRD Apresiasi Raihan WTP ke-9 Pemkab Bekasi

CIKARANG PUSAT | TINTAMERAH.NET | Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa, menyampaikan apresiasinya atas capaian membanggakan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang kembali meraih...
- Advertisement -spot_img

DAERAH

POLITIK

INDEKS

DPRD Karawang Apresiasi Program SEHATI, Soroti Manfaat Nyata untuk Masyarakat

KARAWANG | TINTA.NE Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

Bupati-Wabup Karawang Serahkan Beasiswa, Jaminan Ketenagakerjaan, dan Perpustakaan Digital Desa

KARAWANG | TINTAMERAH.NET |  Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan...

Peringatan Harkitnas 2025 di Karawang: Bupati Aep Ajak Wujudkan Indonesia Kuat Lewat Kolaborasi dan Inovasi

KARAWANG | TINTAMERAH.NET | Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar upacara...

Pemkab Karawang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Inpres 9/2025

KARAWANG | TINTAMERAH.NET |  Pemerintah Kabupaten Karawang mengikuti Rapat...

Tim Wasev Mabes TNI AD Tinjau Program TMMD ke-124 di Desa Mekarasih, Karawang

KARAWANG | TINTAMERAH.NET |  Program TNI Manunggal Membangun Desa...

Kriminal