
Sukabumi | Tinta Merah.net – Momen Libur panjang Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan warga dengan cara berbeda,sebagian memilih menghabiskan waktu di pantai ataupun pegunungan,ada pula yang menikmati suasana asri ditengah kebun melon yang berada Desa Sukajaya, Kabupaten Sukabumi.Masuk ke dalam greenhouse sederhana berbahan bambu, pengunjung langsung disuguhi pemandangan ribuan buah melon yang bergelantungan rapi. Suasana hangat berpadu dengan aroma manis melon matang, menciptakan pengalaman wisata yang tak biasa,01/01/2026.
Agrowisata baru yang ramai disambangi selama libur kini menjadi solusi bagi penikmat buah melon.Wisata petik buah langsung dari pohonnya menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada wisata berbasis alam dan edukasi.
Beni, ( 55)salah satu pengunjung dari kota Bogor menjelaskan “Saya baru pertama kalinya kesini dan saya membawa keluarga.Awalnya anak saya tahu dari sosial media dan mengajak kesini.Kebetulan lagi libur sekolah, kebetulan biar anak liburannya ngak ke mall, nggak ke gadget atau game. Anak juga suka eksplor, jadi ke sini menarik dan nambah pengalaman,”
“Kita jadi tahu langsung pohon melon itu seperti apa. Anak saya juga jadi tahu ternyata melon itu banyak jenisnya,” ujarnya.
kualitas buah yang dipetik langsung,rasa dan teksturnya jauh lebih segar dibandingkan yang dibeli di toko buah.
“Rasanya beda, lebih manis, lebih berair. Tadi beli tiga jenis, paling enak Honey Globe. Dua lainnya dagingnya orange,”
Pengalaman yang luar biasa bisa wisata sambil petik melon dan lokasinya mudah ditemukan, pengunjung lokal maupun dari beberapa kota terdekat sangat mudah untuk menjumpai lokasinya.Kunjungan pertamanya ini meninggalkan kesan yang luar biasa istimewa.
“Biasanya wisata petik buah langsung itu di adanya di Bandung,cianjur atau jonggol,ternyata di Sukabumi juga ada,pengen balik lagi, ajak ponakan-ponakan. Soalnya benar-benar bikin suasana jadi ceria”jelasnya.
Menurut salah satu karyawan kampung Melon menjelaskan,ada berapa benih melon didatangkan dari luar negeri seperti Rangipo dan Fujisawa dari Belanda, Honey Globe dari Taiwan, hingga Hamikwa dari China. Namun, varietas lokal seperti Ladika juga tetap dikembangkan.
Ada 10 jenis yang saat ini ditanam, yang panen ada lima, yaitu Manami, Minori, Fujisawa, Rangipo, dan Honey Globe. (. Rin )

