Karawang–Tinta Merah Net-Pembangunan jalan poros desa di Dusun Bungin RT 01/04, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, yang dibiayai melalui dana desa tahap II tahun anggaran 2025, menuai sorotan warga. Pasalnya, kondisi jalan yang baru saja selesai dikerjakan itu sudah tampak retak-retak di sejumlah titik.
Sejumlah warga menilai, pelaksanaan proyek tersebut tidak mengutamakan kualitas, dan diduga dilakukan untuk meraup keuntungan lebih besar oleh oknum pelaksana kegiatan (TPK).
“Baru juga selesai dikerjakan, tapi sudah banyak bagian jalan yang retak. Kalau seperti ini, jelas kualitasnya dipertanyakan,” ungkap seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya, kepada wartawan, Senin (6/10/2025).
Ia menambahkan, masyarakat berharap agar pihak desa dan pengawas dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten lebih tegas dalam melakukan pengawasan, agar proyek yang dibiayai uang rakyat tidak asal jadi.
“Dana desa itu kan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Kami harap ada evaluasi dan tindak lanjut dari aparat terkait,” tegasnya.
Ditempat terpisah seorang warga setempat yang juga namanya minta dirahasiakan, telah menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama banyaknya proyek yang tidak maksimal.
“Seharusnya TPK bekerja transparan dan melibatkan masyarakat dalam pengawasan. Kalau pengawasan lemah, ya hasilnya seperti ini—jalan baru tapi sudah rusak,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Tanjungmekar maupun pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
*Red_-

