Karawang –Tinta Merah Net– Upaya mencegah abrasi di wilayah pesisir Karawang kembali diperkuat melalui penanaman belasan ribu bibit mangrove oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sabuk hijau dan melindungi permukiman warga dari ancaman erosi pantai yang kian meningkat.(30/12/25)
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan salah satu cara paling efektif untuk menahan laju abrasi. Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan perlindungan pesisir.
“Melalui kolaborasi antara Partai Gerinda dan masyarakat pesisir, gerakan ini tidak hanya sekadar menanam pohon, melainkan juga menabur harapan untuk mewujudkan Karawang yang lebih teduh, lestari, dan berdaya,” kata H. Aep Syaepuloh, S.E.
Menurut H. Aep Syaepuloh, S.E. , keberadaan mangrove yang tumbuh kuat dapat menjadi benteng alami terhadap hempasan gelombang laut dan perubahan garis pantai.
“Mulai hari ini, kita tanam 5000 ribu bibit pohon, ini untuk memulihkan ekosistem, dan tentunya juga mencegah dampak lingkungan atau abrasi,” ujarnya.Bupati Karawang
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Gerinda dan lembaga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
H. Endang Sodikin S.Pd.I.S H.M H.Mengatakan bahwa dukungan terhadap penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen dalam menjaga lingkungan dan membantu masyarakat pesisir menghadapi ancaman abrasi.
“Penanaman 5000 ribu pohon mangrove ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi gelombang besar aksi pelestarian lingkungan yang lebih masif di masa depan, persoalan kami sangat mendukung upaya tersebut,” tutur H. Endang Sodikin S.Pd.I.S H.M H.
Dengan ribuan mangrove baru yang ditanam, kawasan pesisir Cemarajaya diharapkan memiliki perlindungan yang lebih kuat dari abrasi, sekaligus memulihkan fungsi ekologis yang penting bagi keberlanjutan lingkungan.

