
SUKABUMI –Tinta merah.net- Ratusan pemuda yang tergabung dalam barisan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi kubu Tantan Sutandi turun ke jalan menggelar demonstrasi damai. Aksi tersebut berlangsung tepat di depan kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, pada Senin (20/4/2026).
Kegiatan unjuk rasa ini digelar sebagai wujud ekspresi kekecewaan mendalam dan protes keras terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak bersikap netral. Para pemuda menilai ada kecenderungan pemerintah memihak kepada salah satu kelompok di tengah persoalan dualisme kepengurusan yang sedang menjadi sorotan publik belakangan ini.
Dalam orasi yang disampaikannya, Ketua KNPI Kota Sukabumi, Tantan Sutandi, menegaskan prinsip dasar bahwa seluruh organisasi kepemudaan harus mendapatkan perlakuan yang setara, adil, dan sama rata di mata hukum serta peraturan yang berlaku. Ia dengan tegas menolak adanya diskriminasi atau pemberian perlakuan istimewa kepada pihak tertentu.
“Kami hadir di sini hanya untuk menuntut keadilan yang seluas-luasnya. Jangan sampai ada satu pihak yang diangkat setinggi langit, sementara yang lainnya justru dipinggirkan dan diinjak-injak. Kami menolak keras pola pikir yang membedakan antara ‘anak emas’ dan ‘anak tiri’. Ketimpangan perlakuan seperti inilah yang justru berpotensi memicu gesekan dan memperpanjang konflik yang tidak berkesudahan,” ujar Tantan dengan penuh penekanan.
Selain menyuarakan protes, massa juga melayangkan tuntutan konkret agar Disporapar segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta instansi terkait untuk segera mengakui legalitas struktur kepengurusan yang sah, serta menghapus segala bentuk diskriminasi baik dalam hal pemberian fasilitas, pembinaan, maupun dalam proses penyaluran dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Merespons aspirasi tersebut, Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, yang menerima langsung kedatangan para pemuda mengaku dapat memahami situasi dan emosi yang sedang dirasakan oleh para peserta aksi. Ia membenarkan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya maksimal menjadi jembatan untuk memfasilitasi dialog guna menyatukan kembali kedua kubu yang berbeda.
“Kami tentu sangat berharap suasana tetap kondusif dan aman. Upaya rekonsiliasi sudah beberapa kali kami inisiasi, namun memang hingga saat ini belum menemukan titik temu yang disepakati bersama. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dengan baik, lalu kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku,” papar Rahmat.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi aksi terpantau berjalan tertib, aman, dan terkendali. Meskipun demikian, massa tetap mempertahankan sikap tegasnya untuk terus menagih janji dan solusi nyata dari pemerintah daerah demi terwujudnya kembali persatuan dan kesatuan pemuda di Kota Sukabumi.
(Red)

