
Sukabumi | Tinta Merah.net – Dokter spesialis anak yang menangani korban NS (13) yang tewas diduga dianiaya ibu tirinya Sulaiman Arigayota, menjelaskan, saat pertama kali datang, fokus tim medis langsung tertuju pada upaya penyelamatan nyawa melalui penanganan pernapasan intensif.Berdasarkan laporan keluarga dan pemeriksaan fisik awal, tim medis menemukan adanya sebaran luka di berbagai bagian tubuh korban.
“Ya, jadi pasien itu datang memang dibawa oleh keluarganya ke IGD. Saat pertama sekali di IGD, kita itu ada prinsipnya penilaian secara triase (sistem seleksi pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan). Jadi dinilai oleh dokter triase untuk menilai tingkat kegawat daruratannya,” dilansir detikJabar, Minggu (22/2/2026) malam.
Setelah dari dokter triase, kemudian dialihkan ke dokter IGD. Dari dokter IGD melakukan pemeriksaan anamnesa (wawancara medis), pemeriksaan fisik, dan tanda-tanda vital pasien,” Sulaiman menambahkan.
“Kemudian kami melakukan pemeriksaan dan benar kami menemukan ada beberapa luka. Dan lukanya ini ada beberapa bentuk, mulai dari yang luka lecet, luka lebam, ada luka yang sudah sedikit mengering. Kemudian ada luka yang terkesan melepuh seperti luka bakar,” ujarnya.
Berdasarkan laporan keluarga dan pemeriksaan fisik awal, tim medis menemukan adanya sebaran luka di berbagai bagian tubuh korban. “Keluhan yang kami dapatkan dari keluarga itu adalah terdapatnya beberapa luka di bagian tubuh pasien. Kemudian dari pertanyaan yang kami ajukan atau anamnesa yang kami lakukan terhadap pasien, ibu, dan bapak pasien saat itu, memang mengeluh adanya luka di beberapa tempat. Mulai dari wajah, ada di leher, di badan, di tangan, dan di kaki,” katanya.
“Kemudian kami melakukan pemeriksaan dan benar kami menemukan ada beberapa luka. Dan lukanya ini ada beberapa bentuk, mulai dari yang luka lecet, luka lebam, ada luka yang sudah sedikit mengering. Kemudian ada luka yang terkesan melepuh seperti luka bakar. Tapi ini tidak bisa saya simpulkan bahwa ini benar sebagai luka bakar atau karena suatu proses perjalanan penyakit secara medis yang dialami oleh pasien sebelumnya,” ucap Sulaiman menambahkan.
Mengenai usia luka, Sulaiman mencatat adanya variasi waktu. “Ya, karena lukanya seperti yang saya sampaikan tadi itu ada beberapa tipe dan ada beberapa bentuk luka. Terkesan ada yang sedikit sudah lama dan ada yang terkesan baru seperti itu. Tapi ya tidak bisa disimpulkan secara rinci ini apakah benar suatu luka akibat benda tumpul, ataukah ini luka bakar, atau memang ini adalah suatu proses penyakit yang dapat menyebabkan kondisi luka seperti ini,”
Ia merinci terdapat sekitar empat titik luka yang terkesan luka bakar, tiga titik luka mengering seperti terbentuk keropeng, serta luka lebam yang jumlahnya sedikit lebih banyak.
“Kalau luka bakar yang terkesan yang seperti luka bakar ada sekitar 4 titik kemudian ada luka yang sudah terkesan mengering seperti terbentuk keropeng ada 3 titik seperti itu kemudian ada luka lebam jumlahnya sedikit lebih banyak”.
“Nah, kalau dari ICU, saya di ruang PICU ya, ICU-nya anak seperti itu, saya menemukan pola napas anak yang tidak adekuat (tidak mencukupi kebutuhan oksigen tubuh). Mengalami kesan napas yang cepat, jadi terkesan seperti sesak napas. Dan saya melakukan pemeriksaan, terdapat gangguan pola napas ini sehingga membutuhkan alat bantu napas yang lebih intensif seperti itu”,jelasnya.
Meski telah dilakukan tindakan maksimal selama lebih kurang enam jam empat jam di IGD dan dua jam di ICU kondisi NS terus memburuk.
“Sebenarnya sesak napasnya ini saat datang ke rumah sakit juga sudah terlihat sesak napas. Kemudian seiring waktu pemeriksaan dan tindak lanjut yang kami lakukan, penanganan emergensi awal yang sudah kami lakukan sampai ke ICU, terkesan kondisi pasien memberat walaupun tata laksana apa yang harus kami lakukan sudah kami berikan, termasuk alat-alat dan obat-obatan emergensi dan obat lanjutan untuk pasien ini,”
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian NS masih memerlukan pembuktian melalui autopsi. Kemudian seperti di lihat di video yang beredar, korban terlihat seperti ada luka berdarah yang baru di hidung.
“Bukan luka yang berdarah ya, tetapi kalau yang di hidung itu terkesan luka yang sudah mengering. Ada terkesan luka yang sudah ada keropengnya seperti itu atau krusta (cairan tubuh yang mengering) bahasanya,” jelasnya.
Terkait kesimpulan, Sulaiman mengaku belum bisa menyimpulkan hal itu dan perlu pemeriksaan secara forensik lebih lanjut.
“Kalau langsung kita simpulkan tidak bisa, kita harus melakukan pemeriksaan tingkat lanjut apakah itu dampak dari traumatik benda tumpul, benda panas ataupun ini proses perjalanan penyakit yang dialami pasien sejak beberapa waktu lalu,”pungkasnya. ( Ginting)

