
Tanggamus Lampung-Tinta Merah Net— Kepala Pekon kejadian Lom, kecamatan cukubalak akan diperiksa Inspektorat kabupaten Tanggamus. Hal tersebut disampaikan oleh inspektur Inspektorat Gustam apriyansyah, S,sos . Tanggamus. Selasa, (20/02/2026).
”secepat nya kami akan layang kan panggilan resmi kepada kakon kejadian Lom, kecamatan cukubalak.
Saat ditanya apakah setelah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap kakon kejadian lom, apa nantinya akan dilakukan Audit, menurut Gustam pihak nya belum bisa memastikan terkait hal itu, karna masih dalam proses pemanggilan.
Mohon maaf kami belum bisa memberikan kepastian, karna baru mau dilakukan pemanggilan ujar Gustam
Diketahui sebelumnya, kakon Kejadian Lom, kecamatan Cukuh Balak, kabupaten Tanggamus, ramai diberitakan diduga melakukan korupsi dengan modus mark, up dan fiktif.
Rp217.750.000 untuk pengadaan 8.710 batang bibit pala. Jika dikalkulasi, satu batang bibit dihargai Rp25.000—sebuah harga yang mungkin hanya wajar jika bibit tersebut disiram dengan air doa atau tumbuh di pot emas. Warga setempat pun hanya bisa mengelus dada.
“Harga pasaran di sini cuma tujuh ribu rupiah, Bang. Jauh bener selisihnya,” ungkap salah satu warga dengan nada getir. Tampaknya, ada selisih harga yang sangat “gurih” yang menguap entah ke kantong siapa, meninggalkan rakyat dengan bibit-bibit yang harganya telah digelembungkan hingga melampaui batas kewajaran.
Tak berhenti di urusan cocok tanam, anggaran sebesar Rp200.034.000 untuk sarana air bersih pun setali tiga uang. Warga bingung, jurnalis pun linglung mencari di mana wujud fisik proyek ratusan juta tersebut. Ingatan warga justru tertahan pada proyek tahun 2021 di dekat pemakaman umum yang hanya dikerjakan segelintir orang dengan upah ala kadarnya. Jika anggaran sebesar itu cair namun keberadaan fisiknya “pemalu” alias enggan menampakkan diri, publik patut bertanya: apakah ini proyek air bersih atau proyek DLL*(TEAM)

