
KARAWANG | Tinta Merah Net||Memanas! Suasana di lingkungan SMA Negeri 1 Tempuran, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak, termasuk warga dilingkungan Sekolah, mendesak pihak berwenang atau BPK untuk melakukan audit menyeluruh terkait pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya pada pos anggaran pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana.{08/5/26}
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penyimpangan ini mencuat setelah adanya ketidaksesuaian antara laporan pertanggungjawaban penggunaan dana dengan kondisi fisik yang ada di lapangan. Warga menilai bahwa realisasi fisik pekerjaan pemeliharaan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang telah dicairkan dan dilaporkan.
“Kami mempertanyakan penggunaan dana BOS untuk pos pemeliharaan. Angka yang tercatat di laporan cukup besar, namun ketika dilihat kondisi fisik sekolah dan hasil perawatannya, kami melihat adanya ketimpangan yang mencolok. Ini yang membuat kami curiga ada permainan atau mark-up di dalamnya,” ungkap salah satu warga inisial B ,
Lebih jauh, sumber menyebutkan bahwa transparansi penggunaan anggaran dinilai masih sangat minim. Rincian penggunaan dana hingga saat ini belum disosialisasikan secara terbuka kepada orang tua murid maupun komite sekolah, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan kecurigaan akan adanya praktik korupsi atau penggelembungan dana.
“Seharusnya dana BOS itu murni untuk kepentingan siswa dan kemajuan sekolah. Jika memang benar ada penyalahgunaan, apalagi untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, itu sangat merugikan negara dan masa depan anak-anak kami,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang menamakan diri sebagai Aliansi Peduli Pendidikan Karawang Barat menyatakan siap mendorong agar kasus ini ditindaklanjuti. Mereka meminta Inspektorat Kabupaten Karawang atau pihak berwajib untuk turun tangan melakukan investigasi dan memeriksa bukti-bukti pertanggungjawaban keuangan di sekolah tersebut.

