KARAWANGÂ |TINTA Merah Net|| DIDUGA Proyek Pelebaran Jalan dusun Krajan RT.01/01 desa Darwolong Kecamatan purwasari Kabupaten Karawang tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Pasalnya proyek yang dikerjakan oleh CV.Curug Indah Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp.189.492.000.00, menggunakan Anggaran APBD Kabupaten Karawang tahun 2025 tersebut tidak maksimal alias asal jadi.{19/6/25)
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada saat pengecoran jalan Krajan RT.01/01 di desa Darwolong Kabupaten Karawang tersebut, ada dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan ditemukan dalam ampar beksos dasar bawah diduga tidak ada pemadatan terlebih dahulu dengan menggunakan , serta ampar plastik tidak pull hanya sebagian saja dan pada waktu proses pelaksanaan pengecoran ada beberapa titik pelebaran dalam keadaan banyak airnya
Sementara itu salah seorang pengendara motor yang melintas di jalan tersebut MT menuturkan jika dalam corran jalan desa Darwolong Kabupaten Karawang tidak maksimal, padahal jalan ini akses ke jalan Masyarakat
“Walaupun hanya sebatas pelebaran mestinya di kerjakan dengan maksimal. Coba aja ada titik lokasi yang tergenang air terus di laksanakan pengecoran. Apa nanti tidak akan ada dampak dari kualitasnya,” jelasnya.
Lebih juah dikatakan, dikhawatirkan dari hasil pengerjaannya bergelombang alias tidak rata. Sebenarnya kami sangat berterimakasih dan bersyukur jalan yang tadi sempit,sekarang sudah lebar,dan ketika bersimpangan tidak khawatir lagi
Tapi kami juga sangat menyangkan jika di kemudian hari jalan akan rusak kembali karena kualitas yang tidak maksimal,” tandasnya.
Di tempat terpisah KR warga setempat yang tidak jauh dari lokasi pengerjaan pengecoran tersebut saat dikonfirmasi awak media mengatakan hal yang sama dimana sebelum pengecerosan tidak adanya pemadatan, hanya batu beksos diampar begitu saja.
“Setahu saya dalam proses pekerjaan tersebut terlihat tidak dilakukannya pemadatan terlebih dahulu, kami hanya melihat batu beskos cuma di ampar begitu aja, kami juga tidak tahu aturan pemerintah seprti itu atau bukan dan pada waktu proses pengecoran memang ada titik posisi banyak airnya,” tuturnya
Sementara pihak pihak pemborong maupun pihak pengawas dari dinas PUPR, belum memberikan statement terhadap dugaan ini, karena belum bisa di temui. ***

