KARAWANG -Tinta Merah Net- Di tengah tren perayaan kelulusan sekolah yang kerap digelar di hotel berbintang atau gedung mewah, SMAN 1 Rawamerta justru mengambil langkah berbeda yang menuai apresiasi.(13/5/26
Sekolah negeri yang berada di Kabupaten Karawang itu memilih menggelar acara perpisahan sekaligus pembagian Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi siswa kelas XII secara sederhana di lingkungan sekolah, 
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Pihak sekolah menegaskan, konsep perpisahan sederhana dipilih agar momen kelulusan tetap berkesan tanpa menjadi beban tambahan bagi para orang tua siswa.
Di saat banyak sekolah berlomba menggelar acara pelepasan penuh gemerlap dengan biaya tidak sedikit, SMAN 1 Rawamerta justru menunjukkan bahwa makna perpisahan tidak terletak pada kemewahan tempat, melainkan pada rasa syukur, kebersamaan, dan silaturahmi.
Kepala SMAN 1 Rawamerta Aris Pratiwi,M.Pd menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi ekonomi keluarga siswa.
Menurutnya, sekolah sengaja memaksimalkan fasilitas yang ada agar kegiatan tetap berjalan khidmat tanpa harus membebani wali murid.
“Kami sengaja mengadakan perpisahan ini secara mandiri di sekolah. Mengoptimalkan fasilitas yang kami miliki, mulai dari panggung hingga sound system. Tujuannya jelas, kami tidak ingin perpisahan ini memberatkan orang tua siswa secara ekonomi,” ujar Aris Pratiwi,M.Pd di sela kegiatan.
Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa sekolah tidak ingin euforia kelulusan justru berubah menjadi tekanan finansial bagi keluarga siswa.
Langkah SMAN 1 Rawamerta ini sekaligus menjadi angin segar di tengah polemik biaya perpisahan sekolah yang belakangan kerap dikeluhkan para orang tua.
Tidak sedikit wali murid yang mengaku terbebani dengan biaya acara pelepasan yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, terutama ketika acara digelar di hotel atau gedung dengan konsep mewah.
SMAN 1 Rawamerta memilih memutus mata rantai kebiasaan itu.
Alih-alih menyewa ballroom atau aula hotel, sekolah memanfaatkan sarana internal yang sudah tersedia. Panggung sekolah ditata sederhana, perangkat suara digunakan dari fasilitas milik sekolah, dan seluruh prosesi difokuskan pada momen inti: pelepasan siswa dan pembagian SKL.

