
Tanggamus-Tinta Merah Net- operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekon kedamiab, Kecamatan kota agung, justru diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan, Masalahnya bukan pada makanan yang disajikan, melainkan limbah yang ditinggalkan. Selasa ( 21/04/2026)
Bau Busuk yang sebab kan oleh dapur MBG dibawah naungan
Yayasan Hidayatul mubtaddin daya murni, yang berada di Pekon kedamian bukan hanya bau busuk yang dikelukan warga tetapi Parit Tercemar, Keluhan yang Tak Kunjung Reda, Sejumlah warga Pekon Kedamian, Kecamatan Kota agung khusus nya di sekitaran lokasi mengaku sudah lama terganggu oleh bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur MBG. Aroma busuk itu tidak hanya muncul sesekali, tetapi hampir setiap hari, terutama saat siang hari.
“Baunya menyengat sekali. Kalau panas, makin parah. Ini sudah lama kami rasakan,” ujar seorang warga., Dari pantauan di lapangan, kondisi parit di sekitar lokasi ditemukan berminyak yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan pelaksanaan pelayanan Gizi, yang di naungi oleh Yayasan Yayasan Hidayatul mubtaddin daya murni ujar warga.
”warga melanjut nya kan satuan pelaksana pelayanan pemenuhan Guzi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Hidayatul mubtaddin daya murni, di Pekon kedamian terkesan abai tak perduli dengan keadaan masyarakat di disekitaran lokasi terlebih dampak negatif akibat bau busuk yang disebabkan limbah dapur, berdampak terhadap kesehatan warga sekitar
”kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pembuangan limbah dapur secara langsung ke saluran selokan umum tanpa pengolahan yang layak. Volume Limbah Besar, Sistem Pengolahan Dipertanyakan,Sebagai dapur program MBG, SPPG beroperasi dalam skala besar setiap hari. Aktivitas tersebut menghasilkan berbagai jenis limbah, seperti,.Sisa makanan
Air cucian bahan pangan,.Minyak dan lemak.Limbah organik lainnya, Secara aturan, seluruh limbah ini wajib melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke lingkungan.
Namun yang menjadi pertanyaan besar: apakah IPAL yang digunakan oleh Hidayatul mubtaddin daya murni benar-benar tersedia dan berfungsi dengan baik di lokasi tersebut?. Jika tidak, maka pembuangan limbah langsung ke parit merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip dasar perlindungan lingkungan hidup.
Pengawasan Lemah atau Pembiaran?
Kasus ini tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga mengarah pada persoalan pengawasan.Beberapa pertanyaan krusial yang muncul. Apakah dapur SPPG ini telah memiliki izin lingkungan lengkap? Apakah ada uji kelayakan sanitasi sebelum operasional? Siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan rutin?
Mengapa keluhan warga tidak segera ditindaklanjuti?
Minimnya respons terhadap keluhan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan kualitas gizi masyarakat kini menghadapi sorotan tajam. Dipekon kedamaian , Kecamatan Kota agung , Kabupaten Tanggamus , operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibawah naungan Hidayatul mubtaddin daya murni, justru diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan, Masalahnya bukan pada makanan yang disajikan, melainkan limbah yang ditinggalkan. Selasa ( 21/04/2026), Bau Busuk dan Parit Tercemar: Keluhan yang Tak Kunjung Reda
Sejumlah warga di sekitar lokasi di Pekon kedamian mengaku sudah lama terganggu oleh bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur MBG. Aroma busuk itu tidak hanya muncul sesekali, tetapi hampir setiap hari, terutama saat siang hari.
“Baunya menyengat sekali. Kalau panas, makin parah. Ini sudah lama kami rasakan,” ujar seorang warga, Dari pantauan di lapangan, kondisi parit di sekitar lokasi menunjukkan tanda-tanda tidak normal, Air tampak keruh dan menghitam Permukaan terlihat berminyak, Aliran air tidak lancar (cenderung menggenang), Aroma busuk menyebar hingga ke permukiman, Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pembuangan limbah dapur secara langsung ke saluran umum tanpa pengolahan yang layak.
Volume Limbah Besar, Sistem Pengolahan Dipertanyakan, Sebagai dapur program MBG, SPPG beroperasi dalam skala besar setiap hari. Aktivitas tersebut menghasilkan berbagai jenis limbah, seperti:, Sisa makanan
Air cucian bahan pangan, Minyak dan lemak Limbah organik lainny Secara aturan, seluruh limbah ini wajib melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke lingkungan.
Namun yang menjadi pertanyaan besar:apakah IPAL benar-benar tersedia dan berfungsi dengan baik di lokasi tersebut?Jika tidak, maka pembuangan limbah langsung ke parit merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip dasar perlindungan lingkungan hidup.
Pengawasan Lemah atau Pembiaran?Kasus ini tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga mengarah pada persoalan pengawasan.,Beberapa pertanyaan krusial yang muncul: Apakah dapur SPPG ini telah memiliki izin lingkungan lengkap? Apakah ada uji kelayakan sanitasi sebelum operasional?
Siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan rutin? Mengapa keluhan warga tidak segera ditindaklanjuti? Minimnya respons terhadap keluhan warga mengindikasikan adanya potensi kelalaian atau pembiaran dari pihak terkait., Ancaman Nyata bagi Kesehatan Warga, Pencemaran limbah dapur bukan sekadar persoalan bau tidak sedap. Dampaknya bisa jauh lebih serius, antara lain:
Pencemaran air tanah dan lingkungan. Perkembangan bakteri dan mikroorganisme berbahay,Risiko penyakit berbasis lingkungaGangguan pernapasan akibat kualitas udara buruSituasi ini menciptakan ironi:
program yang bertujuan meningkatkan gizi justru berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat di sekitarnya, bIndikasi Masalah Sistemik dalam Program MBG, Kasus ini membuka kemungkinan adanya persoalan yang lebih luas dalam implementasi program MBG, seperti,, Pembangunan fasilitas terburu-buru, Ketidaksiapan infrastruktur pendukung (IPAL), Pengawasan administratif tanpa verifikasi lapangan, Standar operasional yang tidak dijalankan secara konsistenJika dugaan ini benar, maka persoalan ini bukan sekadar insiden lokal, melainkan indikasi masalah sistemik.
”Desakan Warga: Audit dan Tindakan Tegas, Warga kini mulai menuntut langkah konkret dari pemerintah dan pihak pengelola, antara lain:.” Pemeriksaan langsung ke lokasi Audit sistem pengelolaan limba, Transparansi operasional dapur MBG
Sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.Sebagian warga bahkan menyatakan tidak keberatan dengan program MBG, selama tidak merugikan lingkungan tempat mereka tinggal. Ujian Serius Program Nasional
Program MBG merupakan salah satu agenda strategis nasional yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Namun keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan.,Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh:, Kepatuhan terhadap standar lingkunganKeamanan operasional
Dampak sosial terhadap masyarakat sekitar. Kasus ini menjadi ujian.
”namun di balik aktivitas tersebut, limbah diduga terus mengalir—mencemari lingkungan, memicu keresahan, dan menyisakan pertanyaan besar tentang tanggung jawab.
Pertanyaan yang kini menggantung ditengah masyarakat,.Apakah program ini benar-benar membawa manfaat… atau justru meninggalkan persoalan baru yang harus ditanggung wargawarga mengindikasikan adanya potensi kelalaian atau pembiaran dari pihak terkait.Ancaman Nyata bagi Kesehatan Warga
Pencemaran limbah dapur bukan sekadar persoalan bau tidak sedap. Dampaknya bisa jauh lebih serius, antara lain:,Pencemaran air tanah dan lingkungan. Perkembangan bakteri dan. mikroorganisme berbahaya. Risiko penyakit berbasis lingkungan. Gangguan pernapasan akibat kualitas udara buruk. Situasi ini menciptakan ironi:
program yang bertujuan meningkatkan gizi justru berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat di sekitarnya. Indikasi Masalah Sistemik dalam Program MBG. Kasus di Kuala Bingai membuka kemungkinan adanya persoalan yang lebih luas dalam implementasi program MBG, seperti:
Pembangunan fasilitas yang terburu-buru. Ketidaksiapan infrastruktur pendukung (IPAL) Pengawasan administratif tanpa verifikasi lapangan. Standar operasional yang tidak dijalankan secara konsisten
Jika dugaan ini benar, maka persoalan ini bukan sekadar insiden lokal, melainkan indikasi masalah sistemik. Desakan Warga: Audit dan Tindakan Tegas.,Warga kini mulai menuntut langkah konkret dari pemerintah dan pihak pengelola, antara lain:
Pemeriksaan langsung ke lokasi.Audit sistem pengelolaan limbah.Transparansi operasional dapur MBG, Sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran
Sebagian warga bahkan menyatakan tidak keberatan dengan program MBG, selama tidak merugikan lingkungan tempat mereka tinggal Ujian Serius Program Nasional
Program MBG merupakan salah satu agenda strategis nasional yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Namun keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan. Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh: Kepatuhan terhadap standar lingkungan• Keamanan operasional
• Dampak sosial terhadap masyarakat sekitar• Kasus ini menjadi ujian penting:, apakah program dijalankan dengan tanggung jawab penuh, atau hanya mengejar target tanpa memperhatikan dampak? Penutup: Limbah yang Tak Terlihat, Masalah yang Nyata
Sampai berita ini ditayangkan pihak SPPG Yayasan Hidayatul mubtaddin daya murni, masih dalam upaya konfirmasi (Team)

