
Indramayu –Tinta Merah Net- Sejarah baru demokrasi tingkat desa tercipta di Kabupaten Indramayu. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Pemilihan Kuwu (Pilwu) dilaksanakan menggunakan sistem digital, menjadikan Desa Babakanjaya, Kecamatan Gabuswetan, sebagai salah satu desa percontohan nasional. Pilwu serentak ini digelar pada Rabu (10/12/2025) dan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dari hasil penghitungan digital yang berlangsung cepat dan transparan, Masirin, calon nomor urut 1, kembali dipercaya warga untuk memimpin Desa Babakanjaya periode 2025–2033. Ia meraih 1.860 suara, unggul telak atas Caswita, calon nomor urut 2, yang hanya memperoleh 1.195 suara. Selisih 665 suara menegaskan kemenangan mutlak bagi petahana.
Kemenangan ini mencerminkan kuatnya kepercayaan publik terhadap rekam jejak kepemimpinan Masirin yang dinilai berhasil menjaga stabilitas pemerintahan desa, transparansi anggaran, serta kemajuan sektor pembangunan dan pertanian selama periode sebelumnya.
Usai pengumuman hasil resmi, Masirin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang berpihak pada kepentingan masyarakat, sesuai motonya: “Pilih sing wis bukti lan wis nyata kerjane” (pilih yang sudah terbukti dan nyata kerjanya).
“Terima kasih atas kepercayaan warga Babakanjaya. Ke depan, kami akan terus memperkuat infrastruktur desa, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menyelaraskan program desa dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat,” ujar Masirin kepada awak media.
Pelaksanaan e-Pilwu atau Pilwu digital di Babakanjaya diapresiasi oleh berbagai pihak karena terbukti efisien, akurat, dan minim potensi kecurangan. Sistem ini memungkinkan hasil penghitungan suara ditampilkan secara real-time, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di tingkat lokal.
Langkah inovatif ini menjadi tonggak sejarah baru demokrasi desa di Indonesia, sekaligus membuka era baru digitalisasi pemerintahan yang lebih modern, akuntabel, dan transparan.
Dengan kemenangan tersebut, Masirin resmi melanjutkan kepemimpinannya hingga tahun 2033, membawa optimisme baru bagi masyarakat Babakanjaya untuk melangkah menuju desa yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing.
(Nurdiansyah)

