
Sukabumi | Tinta Merah.net – Aliansi Honorer Nasional (AHN) DPD Kabupaten Sukabumi adakan audiensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabum, yang difasilitasi Dinas Pendidikan, bertempat di Aula Kantor Dinas, Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Senin 1/12/2025.
Diketahui bahwa pemerintah daerah kabupaten Sukabumi telah menjadwalkan pelantikan tenaga honorer atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja ( PPPK) paruh waktu yang akan diselenggarakan pada hari kamis,04/12 di Pelabuhanratu.
Dalam audensi tersebut pihak Aliansi Honorer Nasional menyampaikan aspirasinya terkait mekanisme PPPK paruh waktu, skema pengangkatan yang beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama guru honorer di kabupaten Sukabumi. Aliansi menekankan pentingnya jaminan bahwa proses tersebut tidak mengurangi data, tidak menggugurkan hak, serta menjamin status kerja yang jelas.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi *Ferry Supriyadi* hadir langsung menemui perwakilan dari AHN dan itu merupakan bentuk dukungan legislatif terhadap aspirasi tenaga pendidik.
Beberapa point penting Ia sampaikan dihadapan Aliansi Honorer Nasional DPD kabupaten Sukabumi “Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah melakukan langkah akomodatif dan tidak meninggalkan satu pun guru di luar sistem pendataan,”
“Alhamdulillah, Pemda kabupaten Sukabumi sudah mengakomodasi dengan jumlah 8.164 guru honorer yang akan dilantik pada 4 Desember 2025. Tidak ada guru yang dikeluarkan dari sistem, dan tidak ada yang menjadi korban dalam proses ini”
“Semua sudah masuk menjadi tenaga kerja PPPK paruh waktu. Ini harus kita syukuri bersama. Pemerintah hadir memberikan solusi dan kepastian nyata,” tegasnya.
*kepastian status PPPK paruh waktu menjadi jembatan menuju proses selanjutnya, yakni pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu secara bertahap sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku.*
“Dalam pembahasan aspek kesejahteraan formulasi upah atau penghasilan PPPK paruh waktu, masih dalam tahap perumusan dengan mengacu pada sumber pendapatan sesuai regulasi,”
“Upah PPPK paruh waktu saat ini sedang digodok. Akan ada beberapa sumber dasar penghasilan. Insya Allah nilainya pantas bagi teman-teman, sambil menunggu proses menuju PPPK penuh waktu,”pungkasnya.
Rinto Wahyudi.

